Tampilkan postingan dengan label Nyanyian Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyanyian Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 November 2009

UNTUKMU PEMUDA

Kita harus bergerak sekarang
Bangsa ini sudah sedemikian sakitnya
Dan perlu obat secepatnya
Maka kita tidak bisa lagi hanya diam
Karena kita adalah pemuda!
Maka kita tidak boleh lagi hanya diam

Suara keadilan menanti kita untuk berdengung lagi
Sejarah menunggu langkah kita yang berderap kencang
Dalam barisan yang tidak pernah habis
Menggema hingga ke setiap penjuru nusantara
Dan mereka yang mendengarnya
Yang punya nurani dan rasa peduli
Akan turut serta mengikuti

Kita adalah penanggung amanah besar
Pemegang tongkat estafet dari mereka,
Dari Sukarno, dari Moh. Yamin, dari WR Supratman
Dari Syahrir, dari Bung Tomo, dari Chairil Anwar
Dari Soe Hok Gie, dari Taufiq Ismail, dari Rendra,
dan semua para aktivis keadilan ‘66
Dari para pendemo yang menduduki gedung MPR
Dan meminta Soeharto untuk turun dari jabatannya
Pada pertengahan tahun 1998 yang kacau
Dan mereka kini menitipkan cita-citanya kepada kita

Sudah seharusnya kita tidak pernah berhenti
Karena kita adalah pemuda!
Memang seharusnya kita tidak boleh berhenti
Mari kita catat kisah kita di negeri ini
Dengan tinta emas sejarah....

Pontianak,
Oktober ‘09

Kamis, 22 Oktober 2009

DAUN DI MUSIM GUGUR

Saat daun-daun berguguran di musimnya
Karena rapuh sudah ranting menahan
Terlihat indah mengantar pergiku
Tubuh renta yang lagi tak berdaya

Kini hatinya telah sunyi dengan mimpi
Pembaringan terasa menusuk punggungnya
Dan mata-mata ini terasa kian berat

Terasa ia masa dahulu
Saat perang yang membakar darahnya
Saat peluru menembus jantungnya
Saat nafasnya ternyata masih mengalir
Tak pernah ia takut mati

Hanya ia tak mengerti
Besok apakah masih ada lagi
Bagi pejuang tua yang telah renta
Menunggu matinya merayap kemari
Di musim gugur di atas pembaringan

Pontianak,
July 04

Minggu, 27 September 2009

AKU MEMANG TIDAK MENGENALMU, TAPI KITA BERDIRI DI TANAH YANG SAMA

Untuk mereka yang tidak pernah mau tunduk
pada ketidakadilan

Kita memang tidak saling mengenal,
Tapi kita hidup dalam jiwa yang sama,
Dalam cita-cita yang tidak ada beda,
Dan tidak sudi tunduk pada musuh yang sama
Bernama kedzaliman

Berdiri kita di garis depan,
Kau dengan barisanmu
Aku dengan barisanku,
Kita berteriak!
Dengan teriakan yang sama,
Pada musuh yang sama,
Yang bergetar ketika melihat kita
Begitu kokohnya dalam keteguhan,
Walau tanpa di bayar sekedarnya
Dan moncong senapan di arahkan ke muka kita
Karena kita adalah orang muda
Yang tidak pernah takut mati

Aku memang tidak mengenalmu,
Tapi aku adalah kau,
Kau adalah aku,
Semua itu hanya kerena satu hal sederhana,
Karena kita punya satu persamaan saja,
Kita berdiri di tanah yang sama
Kita menjejak di bumi yang sama,
Negeri Indonesia.

Bila kuceritakan pada anak cucuku nanti,
Tentang perjuangan hari ini,
Semoga mereka mengerti
Bahwa ini bukanlah panggung puja-puji
Bukan tempat mencari kehidupan sendiri,
Tapi aku datang ke sini,
Hanya karena panggilan nurani
Yang kudengar dan kuturuti

Seperti yang juga kau lakukan
Dan kau wariskan kini di jiwa kami
Pemuda negeri ini

Pontianak,
september 09